ROKAN HILIR — Lembaga Pendidikan Yayasan Irsyadul Islamiyah Terpadu Bagan Batu menggelar Seminar Kurikulum Berbasis Cinta pada tanggal 23–24 Desember 2025 di Kabupaten Rokan Hilir. Kegiatan ini menjadi wadah bagi guru-guru madrasah untuk memperkuat pemahaman mengenai pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter melalui nilai-nilai kasih sayang, kepedulian, dan keteladanan.
Mengangkat tema “Strategi Guru Madrasah dalam Menginternalisasikan Kurikulum Berbasis Cinta”, seminar ini menekankan pentingnya membangun proses pembelajaran yang tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membentuk peserta didik yang memiliki akhlak mulia, empati, serta karakter yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.
🎓 Tema Seminar
Strategi Guru Madrasah dalam Menginternalisasikan Kurikulum Berbasis Cinta
Seminar ini menjadi bagian dari upaya Yayasan Irsyadul Islamiyah Terpadu Bagan Batu dalam memperkuat pendidikan karakter melalui pendekatan kurikulum yang menempatkan cinta, keteladanan, dan kepedulian sebagai fondasi utama pembelajaran di madrasah.
Membangun Pendidikan yang Menyentuh Pengetahuan dan Karakter
Dalam seminar tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep kurikulum berbasis cinta sebagai pendekatan pendidikan yang menempatkan hubungan antara guru dan peserta didik sebagai unsur penting dalam keberhasilan pembelajaran. Guru didorong menjadi figur teladan yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh penghargaan.
Pendekatan ini diyakini mampu memperkuat keterlibatan peserta didik dalam proses belajar sekaligus membangun karakter positif melalui interaksi yang penuh empati dan kepedulian.
Hadirkan Narasumber Berkompeten
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman di bidang pendidikan dan pengembangan kurikulum, di antaranya:
- Drs. Yusuf Dahril Siregar — Pembina Yayasan.
- Dr. Imran Rido, S.HI., M.Pd.
- Dr. Koiy Sahbudin Harahap, M.A.
- Dr. Sawaluddin, M.Pd.I.
- Dr. Syahrul Hasibuan, M.Pd.
Melalui pemaparan materi dan diskusi interaktif, para narasumber memberikan perspektif sekaligus strategi praktis mengenai implementasi kurikulum berbasis cinta dalam pembelajaran di lingkungan madrasah.
Guru sebagai Teladan Pendidikan Berkarakter
Kurikulum berbasis cinta menempatkan guru sebagai sosok yang tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing dan mendampingi peserta didik dalam perkembangan moral, spiritual, sosial, dan emosional. Pendidikan dipandang sebagai proses yang menyentuh hati sekaligus membentuk perilaku.
Dengan pendekatan tersebut, peserta didik diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki kepedulian sosial, menghargai sesama, mampu bekerja sama, dan menjunjung tinggi nilai-nilai akhlakul karimah.
Menjawab Tantangan Pendidikan Masa Kini
Di tengah perkembangan zaman dan tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, penguatan pendidikan karakter menjadi kebutuhan yang semakin penting. Sekolah dan madrasah tidak hanya dituntut menghasilkan peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, empati, tanggung jawab, dan kemampuan membangun hubungan yang sehat dengan lingkungan sekitarnya.
Melalui seminar ini, Yayasan Irsyadul Islamiyah Terpadu Bagan Batu berharap setiap guru mampu mengimplementasikan nilai-nilai kurikulum berbasis cinta dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari sehingga ruang kelas menjadi tempat yang mendorong tumbuhnya rasa aman, saling menghormati, kepedulian, dan semangat belajar bersama.
Komitmen Mewujudkan Pendidikan Humanis
Seminar Kurikulum Berbasis Cinta sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas hubungan antara pendidik, peserta didik, keluarga, dan lingkungan. Pendidikan yang dibangun di atas fondasi keteladanan, kasih sayang, dan kepedulian diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus matang dalam karakter dan akhlak.